Ada 733 Berkas CPNS Bogor 2010 Tidak Memenuhi Syarat Administrasi

By | November 23, 2010
Advertisements
Share

Sebanyak 733 dari 7.143 berkas lamaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang masuk ke Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Bogor terpaksa harus ditolak. Ratusan berkas lamaran ini dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) setelah melewati pemeriksaan administrasi di kantor BKPP Kabupaten Bogor yang dipimpin Adang Suptandar itu.

Hingga Senin (22/11) kemarin, 50 orang yang tergabung dalam tim pemeriksa berkas CPNS masih menyeleksi ribuan berkas karena jumlahnya dipastikan akan lebih dari 14.831 pelamar. Rincinya, 7.108 pelamar guru, 2.747 pelamar tenaga medis dan 4.925 pelamar tenaga teknis. “Sampai sekarang kami masih menunggu kiriman berkas yang datang dari luar Kabupaten Bogor,” ujar Kepala Bidang Formasi Pegawai pada BKPP Kabupaten Bogor Tjetjep Ridwan, kemarin.

Tjetjep juga mengatakan dari hasil pemeriksaan 7.143 berkas, pihaknya sudah menolak berkas yang dinilainya TMS. Tidak lolosnya dalam seleksi administrasi ini, lanjut dia, dikarenakan karena banyak pelamar yang tidak melegalisir ijazah maupun transkip nilainnya. “Selain itu, banyak juga pelamar yang tidak termasuk kebutuhan formasi. Ada juga beberapa yang tidak sesuai dengan kualifikasi pendidikan seperti pelamar lulusan SMK,” ucapnya kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Dikatakan Tjetjep, pihaknya berusaha untuk selesai mengirimkan amplop balasan kepada para pelamar sampai Jum’at (26/11) mendatang. “Untuk yang tidak lolos seleksi administrasi, kami akan kirimkan surat pemberitahuan TMS, tapi kalau pelamar yang memenuhi syarat kami akan kirimkan nomor testing untuk ujian tertulis pada 5 Desember nanti,” katanya.

Terkait ujian tertulis, nantinya peserta diwajibkan mengikuti test kemampuan dasar diantaranya test pengetahuan umum, test bakat skolastik dan test skala kematangan di Kampus IPB Kecamatan Dramaga. Bahkan Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Bogor Ade Munawaroh mengaku siap melakukan pemantauan saat pelaksanaan ujian tertulis itu. “Ya, kami akan memantau sejauh mana perekrutan CPNS meskipun hingga saat ini sudah berjalan sesuai prosedurnya,” tandas Ade.Ref : Fadlya El’Arsya – jurnal bogor

Share
Advertisements