Kemendiknas Menyiapkan Satu Juta Beasiswa Untuk Tahun 2011

By | December 25, 2010
Advertisements
Share

Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) berencana meningkatkan kuota penerima beasiswa di kalangan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Untuk 2011, cakupan penerima bantuan akan dinaikkan menjadi satu juta beasiswa bagi siswa SMP. Beasiswa itu rencananya akan disalurkan pada daerah-daerah yang memiliki tingkat partisipasi rendah.

“Saat ini kita masih memetakan APK (Angka Partisipasi Kasar, red) dan APM (Angka Partisipasi Murni, red) untuk masing-masing daerah sasaran,” jelas Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Wamendiknas) Fasli Jalal ketika ditemui di Kampus Universitas Indonesia (UI) Depok Jumat (24/12) kemarin.

Selama ini pemerintah telah memberikan dana ke daerah dalam bentuk dekonsentrasi untuk menambah fasilitas sekolah, membuat lokal baru, sekolah satu atap atau bangunan sekolah baru di tempat yang belum ada bangunannya. Beasiswa ini diharapkan akan mendukung realisasi komponen bantuan yang telah diberikan tersebut. Kemendiknas memelajari sensus penduduk 2010 untuk menentukan mana saja kabupaten/kota yang masih tertinggal. “Dari sana akan kelihatan dengan membandingkan jumlah warga yang bersekolah dan total penduduk,” kata Fasli.

Fasli menjelaskan, pemerintah telah menransfer dana ke daerah sekitar Rp94 triliun untuk gaji guru. Semua gaji guru dan pegawai yang melayani pendidikan itu diserahkan dalam bentuk Dana Alokasi Umum (DAU) bidang pendidikan. Sementara itu, sekitar Rp11 triliun diserahkan dalam biaya-biaya lain seperti biaya listrik, pemeliharaan dan biaya lain. “Untuk gaji dan biaya operasional saja kami sudah memberikan Rp105 triliun ke daerah,” jelasnya.

Wamendiknas mengatakan, pemerintah memberikan dana dalam bentuk Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk rehabilitasi gedung rusak, perpustakaan, tambah buku dan peralatan sebanyak Rp10 triliun. Selain itu pemerintah juga akan mengucurkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang akan diberikan tahun depan ke daerah sebanyak Rp17 triliun. Dana bagi hasil juga diberikan pendidikan kepada dua wilayah yakni di Papua dan Aceh sejumlah Rp3 triliun. “Untuk penyediaan guru kami bekerja sama dengan Menpan dan BKN berdasarkan usulan BKD,” kata Fasli.(zul/jpnn)-riaupos

Share
Advertisements