Kuota CPNS 2010 Kab Wonogiri Ditambah 23 Formasi

By | October 21, 2010
Advertisements
Share

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) memberikan tambahan kuota penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2010 Kabupaten Wonogiri sebanyak 23 lowongan. Dengan demikian, tahun ini Wonogiri membuka 220 lowongan CPNS.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Wonogiri, Rumanti Permanandyah, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis (21/10). Rumanti mengatakan informasi mengenai tambahan kuota itu diterima Selasa (19/10) lalu, dalam rapat yang digelar di Kementerian PAN.

Menurut Rumanti, tambahan kuota tersebut sebenarnya jauh dari yang diajukan pihaknya melalui Bupati Wonogiri sebanyak 100 lowongan. “Usulannya ya mencapai 100 lowongan, terutama untuk tenaga penyuluh lapangan keluarga berencana (PLKB) yang masih butuh banyak sekali. Tapi di kuota tambahan ini malah tidak ada PLKB. Jadinya ya tetap, tahun ini Wonogiri hanya membuka dua lowongan PLKB,” ujar Rumanti.

Dia menjelaskan 23 lowongan tambahan itu terdiri atas delapan lowongan tenaga pendidik, tujuh tenaga kesehatan, dan delapan tenaga teknis. Dengan demikian, lowongan untuk masing-masing bidang tersebut, tenaga pendidik sebanyak 97 lowongan, tenaga kesehatan sebanyak 66 lowongan dan tenaga teknis sebanyak 57 lowongan.

Selain rekrutmen CPNS dari jalur umum, Rumanti menjelaskan tahun ini juga akan ada tes khusus bagi tenaga honorer yang masuk kategori II (honor bukan berasal dari APBN/APBD). Data yang ada di BKD, jumlah tenaga honorer kategori II mencapai 874 orang. Kebanyakan terdiri atas tenaga pendidik.

“Saat ini berkas mereka sedang kami verifikasi. Hanya tenaga honorer yang lolos verifikasi yang akan ikut tes menjadi CPNS. Tes ini sekaligus untuk melihat kemampuan dan kualifikasi mereka,” jelas Rumanti.

Rumanti belum menjelaskan kapan tes tersebut akan diadakan, apakah bersamaan waktunya dengan CPNS jalur umum atau dilakukan pada waktu yang berbeda. Sebagaimana diinformasikan tes seleksi CPNS jalur umum akan dilaksanakan dua hari yaitu 4-5 Desember 2010.

“Dalam rapat di Kementrian PAN, Selasa kemarin, banyak daerah yang meminta tes dilakukan satu hari saja seperti tahun-tahun sebelumnya karena anggaran yang terbatas. Tapi Kementerian PAN belum memberikan keputusan mengenai hal itu,” jelas Rumanti. ref : shs-espos

Share
Advertisements