Lowongan CPNS Kota Malang Tahun 2010 Didominasi Tenaga Guru

By | September 17, 2010
Advertisements
Share

Peluang masyarakat untuk mendaftarkan diri menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil / CPNS untuk tahun 2010, sebagai tenaga pendidik (guru) di Kota Malang, lebih terbuka lebar daripada formasi lainnya. Pasalnya, formasi untuk guru sebanyak 50 persen dari jumlah total CPNS yang diajukan Pemkot Malang.

Menurut Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Malang Burhanuddin, Jumat (17/09/2010), formasi tenaga pendidik tahun 2010 diajukan sebanyak 1.000 CPNS. Namun, pengajuan tersebut hingga kini masih belum ada surat balasan dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Pemerintah (Menpan).

“Yang pasti kuotanya 50 persen untuk tenaga pendidik, 25 persen untuk tenaga kesehatan dan 25 persen untuk tenaga teknis,” jelasnya.

Jika mengacu pada pengajuan tahun 2009 lalu, aku Burhanuddin, Pemkot Malang mendapatkan jatah sebanyak 420 orang CPNS. Untuk tahun ini, berapa jumlah formasi yang akan disetujuinya, masih belum ada kepastian.

“Selain jumlah kuota masih belum bisa kami ketahui, soal kepastian kapan pelaksanaan tes CPNS untuk di Kota Malang kami juga belum mengetahuinya. Namun, kami perkirakan sekitar Oktober atau November 2010 nanti,” ujarnya.

Menurut Burhanuddin, kebutuhan tenaga pengajar di Pemkot Malang hampir di semua lembaga pendidikan di bawah Diknas membutuhkannya. “Soal kebutuhan, hampir merata di semua jenjang, mulai dari SD, SMP, SMA, dan SMK. Kondisi tersebut berdasarkan bidang studi yang dibutuhkan,” katanya.

Burhanuddin menegaskan, formasi CPNS pada tahun ini akan diisi dari jalur murni (umum). Sebab untuk pengangkatakan CPNS dari jalur honorer yang ada di data base Pemkot Malang sudah habis. “Yang terakhir menyisakan sebanyak 77 orang dan saat ini sudah dilakukan pemberkasan,” akunya.

Hanya saja, kata Burhanuddin, tidak semua honorer di Pemkot Malang bisa diangkat menjadi PNS. Karena beberapa di antaranya tidak memiliki ijazah sama sekali, terutama honorer yang bertugas sebagai pasukan kuning di bawah naungan Dinas Kebersihan dan Pertamanan.

Makanya, tegas dia, faktor ijazah itu sangat vital. “Saya sangat menyesal tidak bisa mengusulkan mereka untuk menjadi PNS. Mereka akan menjadi honorer terus sampai usia pensiun, atau sampai umur 55 tahun,” ujar memberitahu.

Adapun jumlah tenaga honorer yang tidak bisa diangkat menjadi PNS di Pemkot Malang sebanyak 200 orang. Mereka tersebar di beberapa instansi, tetapi yang terbanyak ada di Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang. [ain/but]. ref : beritajatim

Tips :

Share
Advertisements