Penerimaan CPNS 2010 Magetan Belum Jelas

By | September 25, 2010
Advertisements
Share

Ketika daerah lain sudah koordinasi dengan Badan Kepegawaian Nasional (BKN) dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Men-PAN), DPRD Magetan masih gamang dengan pelaksanaan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). ”Sejauh ini, kami masih melakukan telaah tentang perlu tidaknya rekrutmen CPNS tahun ini,” terang Sekretaris Komisi I DPRD, Nurwahid, kemarin (21/9).

Langkah pengkajian ini dilakukan setelah Komisi A menggelar hearing dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Rapat dengar pendapat itu digelar bersamaan pengajuan anggaran rekrutmen CPNS tahun 2010 dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) APBD yang sedang dibahas di DPRD.

”Jadi belum ada rekomendasi dari Komisi I ke Badan Anggaran, maupun fraksi dan dewan secara kelembagaan tentang pelaksanaan rekrutmen CPNS tahun ini,” terang legislator Partai Kebangkitan Bangsa itu.

Nurwahid melihat kekuatan APBD Magetan selama ini tersedot untuk pembiayaan PNS. Dari sekitar Rp 700 miliar, antara 70-80 persen anggaran untuk operasional PNS. ”Sehingga, kalau ditambah rekrutmen CPNS tahun ini, maka beban APBD semakin berat,” jelas dia.

Berdasarkan keterangan BKD saat hearing, kata Nurwahid, idealnya PNS di pemkab berjumlah sekitar 13.000. Saat ini, jumlah pegawai baru 10.000 PNS saja. ”Tapi, dengan jumlah sepuluh ribu saja sudah menyedot delapan puluh persen, bagaimana dengan tambahan PNS tahun ini.”

Apakah lantas pengajuan anggaran rekrutmen CPNS tahun 2010 ini ditolak atau diterima? Nurwahid mengatakan, pembahasan akan terus berlangsung. ”Nanti, komisi akan memberikan telaah. Kelembagaan dewan yang akan memutuskan perlu tidaknya rekrutmen CPNS tahun ini,” ujar dia.

Kepala BKD Sukowinardi mengatakan, untuk pelaksanaan rekrutmen tahun 2010 ini, pihaknya mengajukan anggaran dalam PAK APBD sebesar Rp 539 juta. ”Naik sedikit daripada anggaran tahun lalu,” kata Suko.

Menurut dia, rekrutmen CPNS tahun ini tetap penting karena menjaga keseimbangan jumlah pegawai dan beban kerja. ”Apalagi, setiap tahun juga ada yang pensiun,” jelas Suko, yang mantan Kabag Humas dan Protokol tersebut. Dia pun membenarkan jika jumlah PNS di semua satuan kerja (satker) idelnya berjumlah sekitar 13.000. Namun, saat ini, baru ada sekitar 10.000 PNS. (rif/isd). ref : jawapos

Share
Advertisements