Penerimaan CPNS Pemprov Jatim Akan Dilaksanakan Bulan September 2010

By | August 26, 2010
Advertisements
Share

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) membutuhkan sekitar 8.600 pegawai negeri sipil (PNS) baru.

“Data yang dihimpun dari SKPD (satuan kerja perangkat daerah), kami membutuhkan 8.600 PNS baru,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Jatim, Rasiyo, di Surabaya, Senin (23/8/2010).

Pada 2010, ungkap Rasiyo, Pemprov Jatim hanya mendapatkan 283 orang PNS dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Dari kuota 283 tersebut, 97 CPNS untuk tenaga kesehatan, dan 186 CPNS untuk tenaga teknis sebagaimana Surat Keputusan Menteri PAN dan RB tertanggal 21 Juli Nomor 278.F/M.PAN/RB/07/2010.

Pihaknya, lanjut Rasiyo, sudah mengirimkan surat lagi ke Menteri untuk meminta tambahan kuota sebanyak 180 CPNS.

“Namun permohonan penambahan kuota tersebut hingga saat ini masih belum mendapat balasan dari Menteri PAN dan RB,” katanya.

Pemprov Jatim tidak punya hak untuk menentukan jumlah kuota CPNS karena sudah menjadi kewenangan Kementerian PAN dan RB. Meskipun demikian, dia memastikan pendaftaran lowongan CPNS tahun 2010 akan dibuka pada September mendatang.

Menurut Rasiyo, rekuitmen CPNS tahun ini lebih ketat daripada sebelumnya karena tak hanya kemampuan intelektual yang jadi pertimbangan, melainkan juga perilaku CPNS.

“Agar bisa menjaring CPNS lebih profesional lagi, kami tak hanya melakukan tes yang bersifat kepandaian. Melainkan juga psikotes tentang perilaku sehari-hari. Jika nanti tes umumnya baik, dan psikotesnya jelek, tentu tidak akan diluluskan,” katanya.

Langkah itu diambil agar para birokrat kedepan bisa lebih profesional dalam bekerja dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Rasiyo tak memungkiri jika selama ini masih banyak PNS yang bekerja tak maksimal dan asal-asalan.

“Lambat-laun PNS yang tak profesional dan tak memiliki daya saing kerja yang bagus itu, akan habis dengan sendirinya karena termakan pensiun yang jumlahnya 1.500 orang per tahun. Untuk itu, mulai sekarang direkrut PNS yang profesional agar nanti bisa bekerja dengan baik,” katanya.

Terkait dengan kurangnya tenaga kesehatan, khususnya dokter spesialis, Rasiyo mengatakan, selama ini memang ada kendala dalam proses rekruitmen, yakni persyaratan usia maksimal 35 tahun.

Padahal seorang dokter spesialis umumnya berusia di atas 35 tahun sehingga kesempatan mereka untuk mendaftar menjadi tertutup.

Pemprov Jatim akan tetap mengirimkan dokter umum atau perawat untuk mengisi kekosongan dokter spesialis tersebut karena banyak rumah sakit di daerah yang kekurangan dokter spesialis. ref : surya

Note : Info terbaru penerimaan mundur menjadi 12 November 2010

Share
Advertisements